Gema Pembaharuan
Politik

Bahlil Lahadalia Menteri Investasi, Masuk di Kabinet Indonesia Maju Periode Kedua

JAKARTA, (GEMA PEMBAHARUAN),-Bahlil Lahadalia baru saja diangkat menjadi Menteri Investasi untuk mengisi pimpinan kementerian baru, yaitu Kementerian Investasi.

Sebelumnya Bahlil Lahadalia  diangkat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengumumkan Kabinet Indonesia Maju periode kedua di Halaman Istana Kepresidenan.

Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini diketahui merupakan bagian dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf saat Pilpres 2019. Dia menjabat Direktur Penggalangan Pemilih Muda.

Dalam hal perjuangan Bahlil sudah tidak perlu diragukan, sebelum sukses menjadi pengusaha yang terbilang masih muda, Bahlil sebelumnya bukan siapa-siapa.

Pria kelahiran Maluku Utara ini adalah anak dari seorang ayah yang berprofesi sebagai kuli bangunan dan ibu sebagai tukang cuci. Dengan adanya keterbatasan tersebut, ia tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh.

Serba keterbatasan sejak kecil, Bahlil tidak pantang menyerah segala macam pekerjaan pernah ia coba demi menyambung hidup dari menjual kue keliling, kondektur, jadi supir angkot hingga buka usaha sendiri.

Singkat cerita, Bahlil Lahadalia sukses sebagai pengusaha dan berhasil sebagai ketua Himpungan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) hingga saat ini.

Bahlil Lahadalia merupakan kelahiran Banda, Maluku Tengah, Maluku, 7 Agustus 1976, yang saat ini berusia 44 tahun. Ia adalah pengusaha Indonesia yang menjabat Menteri Investasi Indonesia merangkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal di Kabinet Indonesia Maju Jilid II Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Bahlil dilantik menjadi Menteri Investasi Indonesia pada 28 April 2021.

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia adalah Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2015–2019. Bahlil juga memiliki 10 perusahaan di berbagai bidang di bawah bendera PT Rifa Capital sebagai holding company.

Dibidang politik, ia pernah menjadi anggota dari Partai Golongan Karya, tetapi telah berhenti pada tahun 2009. (rz/**)

 

Related posts

Sejarah Politik Pemerintahan Orde Lama dan Orde Baru

Kembara Nanda

CNL Dekatkan Pelayanan Untuk Masyarakat

Kembara Nanda

Pasangan BEDAS Unggul Sementara Hasil Hitung Cepat di Pilkada Kabupaten Bandung

Adam Wahyu

Leave a Comment